Skip to content

Sekilas Solo Raya

November 22, 2009

Istilah Solo Raya sebenarnya mengacu pada suatu wilayah yang dahulu dikenal dengan istilah Karesidenan Surakarta ( Eks karesidenan Surakarta ). Karesidenan adalah sebuah wilayah yang dipimpin oleh seorang residen pada masa penjajahan dulu. Dahulu ada Karesidenan Surakarta yang wilayahnya meliputi kota Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Wilayah Karesidenan ini serupa dengan wilayah Kerajaan Surakarta Hadiningrat.  Keseluruhan wilayah ini menempati area seluas 5.722,38 km2.

Istilah Solo raya memang diciptakan untuk menggantikan istilah Subosukawonosraten. Subosukowonosraten adalah singkatan dari wilayah-wilayah yang tergabung yaitu. surakarta,boyoali, sukoharjo, Karang Anyar, Wonogiri sragen. Klaten.

Solo Raya memiliki Slogan Solo Spirit of Java. Dengan Slogan itu Solo raya ingin menegakkaan kembali semangat adi luhung budaya jawa dalam pembangunan wilayah.

Letak Wilayah Solo Raya sagat strategis karena  Solo terletak tidak jauh dari pusat–pusat perdagangan utama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Solo terletak hanya 102 km dari Semarang, 60 km dari Yogyakarta dan sekitar 210 km dari Surabaya. Ketiga kota bersar tersebut dapat dijangkau dengan mudah dari Solo karena  jalan dan lintasan dalam kondisi baik.

Pada tahun 2004, PDRB wilayah Solo Raya mencapai Rp. 29.331.771,79 juta dan pendapatan per kapita mencapai angka Rp. 35.334.223,46. Tiga sektor penting yang memerikan konstribusi besar pada PDRB Solo rasaya adalah manufaktur, pertanian dan perdagangan, restoran & hotel. manufaktur menyumbang 25 %, Pertanian 24 % dan sektor restiran dan hotel menyetor 20 % ke kas PDRB. Dari ke tiga sektor tersebut, sektor petanian yang emiliki kecendurungan turun. Sedangkan  sektor manufaktur meningkat.

Pembangunan di wilayah Solo Raya berusaha mengedepankan pengembangan klaster intensif, seperti klaster logam dan furnitur di Klaten, klaster susu di Boyolali dan klaster tekstil di Sukoharjo. Produk–produk dengan potensi tertinggi di wilayah ini berada dalam sektor tekstil dan furnitur. Banyak perusahaan di Solo Raya telah merintis usaha ekspor sejak lama didukung tenaga kerja yang berpendidikan tinggi dan terampil di wilayah ini.

Di Solo Raya terdapat beragam obyek wisata yang menarik. Keberadaan Keraton Surakarta sekaligus pusat pengembangan budaya jawa pada masa lalu menjadikan Solo raya Kota yang kaya akan objek iwsata budaya. Selain itu ada juga Situs Sangiran yang merupakan situs jaman prasejarah. Situs Sangiran yang secara resmi dicanangkan sebagai UN World Heritage, Warisan Budaya Dunia dari PBB. Sedangkan potensi wisata alam yang indah dan eksotik adalah tawangmangu.

Potensi–potensi utama yang menarik untuk dijadikan usaha di wilayah Solo Raya antara lain adalah: Agro processing, furnitur, tekstil, pariwisata.

(naskah ini diambil dari situs soloraya dan telah diedit)

Hello world!

November 22, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.